sumber : https://kehutanan.go.id/news/menhut-luncurkan-rencana-investasi-rbc-tahap-iv-dan-layanan-dana-masyarakat-untuk-lingkungan-small-grant-periode-iii
SIARAN PERS
Nomor: SP.183/HUMAS/PP/HMS.3/8/2025
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, hari ini (28/8/2025) secara resmi meluncurkan Rencana Investasi Result-Based Contribution (RBC) Kerja Sama Indonesia-Norwegia Tahap Keempat serta Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Ketiga. Turut hadir dalam peluncuran ini, Minister Counsellor, Kristian Netland yang mewakili Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin.
Kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Norwegia, telah menghasilkan pendanaan RBC sebesar USD 216 juta selama periode 2023-2025. Pembayaran berbasis hasil atau disebut sebagai Result-Based Contribution tersebut dilaksanakan atas keberhasilan Indonesia menurunkan emisi sebesar 43,2 juta ton CO₂ pada periode tahun 2016 s.d. 2020.
Rencana Investasi RBC Tahap Keempat yang diluncurkan hari ini bersama Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Ketiga menegaskan kembali integrasi Program Forests and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 ke dalam prioritas pembangunan nasional. Upaya yang dilakukan berupa pencegahan deforestasi dan degradasi hutan melalui pengelolaan hutan lestari, peningkatan rehabilitasi hutan dan lahan berbasis lanskap untuk memperkuat penyerapan karbon, peningkatan upaya konservasi keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem gambut melalui revegetasi dan peningkatan tata air dengan partisipasi masyarakat, serta penguatan penegakan hukum dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Dalam sambutannya, Menhut Raja Juli Antoni, menekankan bahwa sektor Forests and Other Land Uses (FOLU) adalah sektor vital untuk memperkuat implementasi Paris Agreement dan mencapai target penurunan emisi sesuai Nationally Determined Contribution (NDC), yakni 31,89% (915 juta ton CO₂eq) secara mandiri, serta 43,20% (1.240 juta ton CO₂eq) dengan dukungan internasional. “Keseimbangan tiga pilar ekologi, ekonomi, dan sosial perlu menjadi perhatian kita bersama untuk masa depan. Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Visi Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam RPJP Nasional maupun RPJMN, telah meletakkan pondasi untuk menurunkan intensitas emisi menuju Indonesia Net Zero Emission 2060,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Peluncuran RBC Tahap Keempat ini bertujuan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif mendukung pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan komitmen internasional dalam kerangka Paris Agreement. Guna mendukung pelaksanaan good forest governance tersebut, diperlukan inovasi dan kolaborasi multi-pihak, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga swasta, kalangan akademisi, CSO, dan juga masyarakat.
Pada kesempatan ini juga, Kementerian Kehutanan bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Ketiga. Layanan ini merupakan hibah kecil (small grant) yang diberikan kepada masyarakat, kelompok, atau organisasi penggerak lingkungan melalui penyelenggaraan kegiatan inklusif berbasis pelestarian lingkungan. Kementerian Kehutanan melalui BPDLH akan kembali menyalurkan pendanaan senilai 5-6 milyar untuk para pegiat lingkungan. Pengusulan kegiatan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan Periode Ketiga dibuka mulai 28 Agustus hingga 1 September 2025.
Hibah ini bertujuan untuk mendukung inisiatif-inisiatif lingkungan di tingkat tapak (grass root) dan menciptakan inovasi yang relevan dengan target pencapaian FOLU Net Sink 2030. Layanan ini merupakan implementasi dari Rencana Investasi FOLU Net Sink 2030 melalui dukungan dana kerja sama Indonesia-Norwegia Tahap Kedua dan Ketiga, yang menyatakan penyaluran dana dilakukan melalui dua skema, yaitu skema hibah regular dan skema Small Grant dalam Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan.
Dalam talkshow yang membahas pembelajaran dari implementasi Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan periode sebelumnya, Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, mengharapkan bahwa Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan dapat mendukung gerakan-gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan secara kolektif pada tingkat tapak. “Melalui Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan periode ketiga ini, kami terus berkomitmen untuk mendukung aksi nyata para pegiat lingkungan di seluruh pelosok Indonesia. Pendanaan ini merupakan wujud nyata penyaluran dana hasil pencapaian iklim Indonesia yang inklusif, langsung menyentuh akar rumput, baik individu maupun kelompok. Dengan demikian, upaya kita untuk menurunkan emisi dan mencapai FOLU Net Sink 2030 menjadi lebih merata, adil, dan berdampak luas.” ujar Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2024, Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan telah menyalurkan dana kepada masyarakat pegiat lingkungan sebanyak dua periode. Total penerima layanan sebanyak 383 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari individu, kelompok tani hutan, penerima kalpataru, lembaga swadaya masyarakat, penyuluh kehutanan mandiri, dan para pegiat lingkungan lainnya. Total pendanaan yang disalurkan lebih dari Rp12 miliar.
Masyarakat dapat mengajukan usulan kegiatan melalui portal layanan di website BPDLH. Kelompok maupun individu pegiat lingkungan dapat mengajukan usulan kegiatan melalui Portal Layanan di layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id. Untuk pertanyaan atau korespondensi lebih lanjut dapat disampaikan melalui email layanandanamasyarakat@bpdlh.id. Pengajuan usulan kegiatan melalui portal layanan diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat di tingkat tapak yang selama ini kesulitan mengakses pendanaan lingkungan. Selain itu, penggunaan portal layanan memudahkan pendokumentasian kegiatan dan pelaporan penggunaan dana karena semua aktivitas terekam dalam sistem.(*)
Jakarta, Kemenhut, 28 Agustus 2025
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Krisdianto
Website:
www.kehutanan.go.id
Youtube:
Kementerian Kehutanan
Facebook:
Kementerian Kehutanan
Instagram:
Kemenhut
Twitter:
@kemenhut_ri