Sumber: https://www.kehutanan.go.id/news/kemenhut-dorong-saka-wanabakti-sulawesi-selatan-jadi-ruang-belajar-generasi-muda
Makassar, 26 September 2026 — Kementerian Kehutanan melalui Saka Wanabakti terus memberikan wadah untuk generasi muda untuk mengenal dan keterampilan tentang kehutanan. Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi yang memiliki modal besar untuk memperkuat Saka Wanabakti sebagai ruang belajar dan aksi generasi muda melestarikan kehutanan. Terdapat 25 Pinsakacab dan 24 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang berpotensi menjadi jejaring pembinaan sekaligus ruang praktik bagi anggota Saka Wanabakti.
Potensi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Saka Wanabakti di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di SMK Kehutanan Negeri Makassar, Jumat (25/9). Sejumlah wilayah seperti Maros, Bone, Pangkep, Selayar, dan Kota Makassar juga telah memiliki aktivitas kepramukaan yang dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut.
Rakor mempertemukan Pinsakanas, Pinsakada, Pinsakacab, Kwartir, serta UPT Kementerian Kehutanan. Dari 12 UPT yang diundang, 9 UPT hadir langsung, menunjukkan besarnya peluang kolaborasi untuk memperkuat kegiatan Saka Wanabakti di tingkat tapak.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) selaku Sekretaris Umum Pinsakanas, Luckmi Purwandari, mengatakan potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi pembinaan yang lebih terarah dan kegiatan nyata bagi generasi muda.
“Sulawesi Selatan memiliki jejaring yang kuat, mulai dari Pinsakacab, KPH, UPT Kementerian Kehutanan hingga Kwartir. Potensi ini harus kita hubungkan agar Saka Wanabakti semakin hidup di tingkat tapak. Anak-anak muda perlu memiliki ruang untuk belajar langsung, menguasai keterampilan kehutanan, dan terlibat dalam aksi nyata menjaga hutan,” ujar Luckmi.
Penguatan kelembagaan menjadi salah satu agenda utama. Dari 22 responden Kwarcab dalam pemetaan yang dibahas pada Rakor, 19 responden atau 86,4 persen menyatakan bermaksud membentuk kepengurusan Pinsaka dalam waktu dekat. Kondisi ini membuka peluang untuk mempercepat pembentukan dan penguatan Saka Wanabakti di tingkat cabang.
Kementerian Kehutanan juga mendorong KPH dan UPT menjadi ruang belajar dan praktik bagi anggota Saka Wanabakti. Potensi kawasan, tenaga teknis, serta kompetensi yang dimiliki dapat mendukung pembinaan melalui empat Krida, yakni Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana.
Pembelajaran dapat dikembangkan melalui kegiatan yang dekat dengan praktik kehutanan, mulai dari konservasi, pembibitan, pengelolaan hutan, hingga pencegahan kebakaran hutan. Dengan pendekatan tersebut, anggota Saka Wanabakti tidak hanya mengenal kehutanan melalui teori, tetapi memperoleh pengalaman langsung di lapangan.
SMK Kehutanan Negeri Makassar juga berpeluang dikembangkan menjadi pangkalan Saka Wanabakti. Kompetensi guru serta kurikulum yang telah memuat materi selaras dengan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) menjadi modal untuk mengembangkan pembinaan berbasis kompetensi.
Rakor menghasilkan sejumlah tindak lanjut, antara lain penguatan kepengurusan dan pangkalan, peningkatan kapasitas Pamong dan Instruktur, penyusunan kalender kegiatan, serta aksi nyata generasi muda. Salah satu gagasan yang didorong adalah Forest Youth Camp di wilayah prioritas sekitar Makassar serta kolaborasi antara GenRies dan Saka Wanabakti.
Penguatan tersebut akan dilanjutkan melalui koordinasi tingkat daerah dan cabang dengan melibatkan Kwartir, KPH, UPT Kementerian Kehutanan dan para mitra. Pada 2027, kolaborasi juga diarahkan pada kegiatan bersama dan Jambore Saka Wanabakti, sehingga semakin banyak generasi muda Sulawesi Selatan memiliki ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam aksi pelestarian hutan.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan selaku Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Nasional
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri